Deteksi Dini Anak Autis dengan Skrening

Jun 25, 2016 | ASD | 0 comments

PDDST-II adalah salah satu alat skrening yang telah dikembangkan oleh Siegel B. dari Pervasive Developmental Disorders Clinic and Laboratory, Amerika Serikat sejak tahun 1997. Perangkat ini banyak digunakan di berbagai pusat terapi gangguan perilaku di dunia. Beberapa penelitian menunjukkan hasil yang cukup baik sebagai alat bantu diagnosis atau skrening autis.

DISCLAIMER: Artikel ini tidak memberikan diagnosis bagi Anda. Tujuan dari artikel ini adalah memberikan pengenalan atas tanda-tanda autisme yang mungkin terlihat. Proses diagnosis autisme meliputi observasi, asesmen, dan yang terpenting, klinisi profesional. Autisme adalah kondisi dengan spektrum yang luas, dan penanganan kondisi seorang individu autisme sering kali berbeda dengan individu autisme yang lainnya.

Skrening yang dilakukan untuk anak umur 12-18 bulan
  1. Apakah bayi anda sering terlihat bosan atau tidak berminat terhadap pembicaraan atau suatu aktivitas di sekitarnya?
  1. Apakah anak anda sering mengerjakan suatu pekerjaan atau bermain dengan suatu benda, yang dilakukannya berulang-ulang dalam waktu yang lama, sehingga anda merasa heran mengapa anak seumurnya dapat berkonsentrasi sangat baik?
  1. Apakah anda memperhatikan bahwa anak anda dapat sangat awas terhadap suara tertentu misalnya iklan di TV, tetapi seperti tidak mendengar suara lain yang sama kerasnya, bahkan tidak menoleh bila dipanggil?
  1. Apakah anda merasa bahwa perkembangan anak (selain perkembangan kemampuan berbicara) agak lambat (misalnya terlambat berjalan)?
  1. Apakah anak anda hanya bermain dengan satu atau dua mainan yang disukainya saja hampir sepanjang waktunya, atau tidak berminat terhadap mainan?
  1. Apakah anak anda sangat menyukai meraba suatu benda secara aneh, misalnya meraba-raba berbagai tekstur seperti karpet atau sutera?
  1. Apakah ada seseorang yang menyatakan kekuatiran bahwa anak anda mungkin mengalami gangguan pendengaran?
  1. Apakah anak anda senang memperhatikan dan bermain dengan jari-jarinya?
  1. Apakah anak anda belum dapat atau tidak dapat menyatakan keinginannya, baik dengan menggunakan kata-kata atau dengan menunjuk menggunakan jarinya?
Skrening yang dilakukan untuk anak umur 18-24 bulan
  1. Apakah anak anda tampaknya tidak berminat untuk belajar bicara? (pict of a cross on a mouth?)
  1. Apakah anak anda seperti tidak mempunyai rasa takut terhadap benda atau binatang yang berbahaya?
  1. Bila anda mencoba menarik perhatiannya, apakah kadang-kadang anda merasa bahwa ia menghindari menatap mata anda?
  1. Apakah anak anda suka digelitik dan berlari bersama, tetapi tidak menyukai bermain “ciluk-ba”?
  1. Apakah ia pernah mengalami saat-saat ia menjadi kurang berminat terhadap mainan?
  1. Apakah ia menghindari atau tidak menyukai boneka atau mainan berbulu?
  1. Apakah ia tidak suka bermain dengan boneka atau mainan berbulu?
  1. Apakah ia terpesona pada sesuatu yang bergerak, misalnya membuka-buka halaman buku, menuang pasir, memutar roda mobil-mobilan atau memperhatikan gerakan air?
  1. Apakah anda merasa bahwa kadang-kadang anak anda tidak peduli apakah anda berada atau tidak ada di sekitarnya?
  1. Apakah kadang-kadang suasana hatinya berubah tiba-tiba tanpa alasan yang jelas?
  1. Apakah ia mengalami kesulitan untuk bermain dengan mainan baru, walaupun setelah terbiasa ia dapat bermain dengan mainan tersebut?
  1. Apakah ia pernah berhenti menggunakan mimik yang sudah pernah dikuasainya, seperti melambaikan tangan untuk menyatakan da-dah, mencium pipi, atau menggoyangkan kepala untuk menyatakan tidak?
  1. Apakah anak anda sering melambaikan tangan ke atas dan ke bawah di samping atau di depan tubuhnya seperti melambai-lambai bila merasa senang?
  1. Apakah anak anda menangis bila anda pergi, tetapi seperti tidak peduli saat anda datang kembali?
Penafsiran:

Bila ada 3 atau lebih jawaban “Ya” untuk nomor ganjil di antara semua pertanyaan tersebut, anak harus diperiksa lebih lanjut untuk menentukan apakah ia mengalami autisme.

Bila ada 3 atau lebih jawaban “Ya” untuk nomor genap di antara semua pertanyaan tersebut, anak harus diperiksa apakah ia mengalami gangguan perkembangan selain autisme.

Autisme adalah kondisi yang bersumber dari otak. Maka dari itu, asesmen otak adalah salah satu hal yang terpenting dalam proses diagnosis autisme. Asesmen otak dapat membantu mengarahkan terapi dan intervensi yang dibutuhkan. Ada bermacam-macam terapi yang dapat mengembangkan kemampuan seorang individu autisme, dan terapi tersebut sangat penting untuk dilakukan secara bersamaan untuk mencapai perkembangan yang maksimal. Diet makanan yang spesifik pun sangat penting bagi perkembangan individu autisme tersebut.

Share artikel ini:

Join our newsletter!

Join our newsletter!

Dapatkan artikel terbaru dan e-book gratis dari Brain Optimax.

You have Successfully Subscribed!