Tentang Speech Delay

Jun 30, 2016 | ASD | 0 comments

Sebagai orangtua, pastinya kita selalu memperhatikan dan mengawasi tumbuh kembang anak kita.

Namun, terkadang ada informasi yang orangtua kurang ketahui mengenai perkembangan anak, sehingga terjadi hambatan perkembangan. Salah satu contohnya adalah hambatan perkembangan bicara, atau speech delay.

Tentunya perkembangan bicara akan berbeda-beda pada setiap anak. Untuk mengetahui apakah perkembangan bicara anak Anda berjalan dengan lancar, sebaiknya orangtua mengetahui hal-hal yang umumnya sudah dapat dilakukan seorang anak di tahapan usia tertentu.

Seperti apakah tahapan perkembangan bicara anak pada umumnya?

Berikut adalah beberapa pointer yang bisa orangtua perhatikan dalam perkembangan bicara anaknya:

2-3 Bulan: Mengeluarkan suara-suara (cooing), bereksperimen dengan bunyi yang dapat dihasilkannya (misal: berkumur), dan bereaksi terhadap orang lain dengan mengeluarkan suara.

6 Bulan: Merespon namanya sendiri dan mengoceh dengan satu suku kata tunggal (babbling), misal: “Papapa”, “Dadada”.

6-9 Bulan: Mengerti nama orang dan benda, dapat mengucapkan kata sederhana seperti “mama” “papa” tanpa arti.

9-12 Bulan: Mengucapkan ”mama” “papa” dengan arti. Suka membeo, meniru kata dan bunyi yang didengar.

12-18 Bulan: Mengucapkan 3-6 kata dengan arti, dapat mengangguk atau menggelengkan kepala, menunjuk anggota tubuh atau gambar.

18-24 Bulan: Sekitar 50% bicaranya dapat dimengerti orang lain. Hampir setiap hari ia memiliki kosakata baru, dapat membuat kalimat dengan dua kata (mau mandi, mau makan) dan dapat mengikuti perintah.

2-3 Tahun: Hampir semua kata yang diucapkan dapat dimengerti. Dapat membuat kalimat dengan tiga kata, dan mengenal warna dan bernyanyi.

3-5 Tahun: Tertarik mendengar cerita dan percakapan di sekitarnya, dan dapat bercerita tentang hal-hal yang dialaminya.

Bagaimana jika perkembangan bicara anak sedikit terlambat?

Jika Anda khawatir anak Anda mengalami keterlambatan bicara, maka Anda dapat melakukan konsultasi kepada ahli pakar yang bersangkutan.

Namun, bukan berarti Anda berhenti disitu! Ingat, peran orangtua sangatlah besar terhadap perkembangan anak. Salah satu inisiatif yang dapat orangtua ambil adalah dengan menstimulasi anak untuk berbicara.

Berikut beberapa cara untuk menstimulasi kemampuan bicara anak:

1. Bicaralah dengan anak Anda sesering mungkin.
Gunakan setiap kesempatan seperti waktu memandikan bayi, mengenakan pakaiannya, dan memberi makan. Anak tidak pernah terlalu muda untuk diajak bicara.

2. Ajak anak mengenal berbagai suara.
Ajak anak mendengarkan berbagai suara seperti musik, radio, televisi. Juga buatlah suara dari kerincingan, mainan, kemudian perhatikan bagaiman reaksi anak terhadap suara yang berlainan.

3. Gunakan gambar untuk menarik perhatian anak.
Ajak anak melihat gambar-gambar, kemudian tunjuk gambar tersebut dan sebutkan objek di dalam gambar. Usahakan anak mengulangi kata-kata Anda. Bila anak sudah bisa menyebutkan nama objek di dalam gambar, latihlah anak untuk bercerita tentang gambar tersebut.

4. Berikan perintah sederhana.
Mulai memberikan perintah kepada anak yang simpel, misal: “letakkan gelas di meja”. Tunjukkan kepada anak cara mengerjakan perintah tersebut dengan menggunakan kata-kata yang sederhana.

Sumber:

http://parentsindonesia.com/article.php?type=article&cat=kids&id=4106

http://hyugaanna.blogspot.co.id/2011/02/gangguan-bicara- dan-bahasa- pada-anak.html

Share artikel ini:

Join our newsletter!

Join our newsletter!

Dapatkan artikel terbaru dan e-book gratis dari Brain Optimax.

You have Successfully Subscribed!