4 Faktor Penting Tentang Kenaikan Prevalensi Autisme

Jun 14, 2016 | ASD | 0 comments

Tahukah Anda bahwa prevalensi individu autistik di dunia terus meningkat? Dari prevalensi 1 dari 5000 di tahun 1975, angka tersebut telah naik ke 1 dari 500 di tahun 1995, 1 dari 150 di tahun 2000, dan yang terakhir, 1 dari 68 di tahun 20121.

Akan tetapi, kenaikan angka prevalensi tidak berarti adanya peningkatan drastis atas anak terlahir dengan autisme. Hal ini dikarenakan banyaknya faktor yang mempengaruhi angka tersebut. Berikut adalah 4 faktor yang menjelaskan lebih jauh tentang sebab dari kenaikan prevalensi individu autistik.

1. Adanya perubahan kriteria diagnosis autisme pada buku panduan psikologi dunia

Dsm-5-released-big-changes-dsm5Diagnostic and Statistical Manual of Mental Disorder (DSM) adalah buku panduan diagnosis bagi psikolog di dunia. Buku panduan ini sangat penting dalam mempengaruhi apakah seseorang masuk dalam kategori sebuah diagnosis atau tidak. DSM direvisi seiring waktu, untuk mengikuti perkembangan pengetahuan dan penelitian yang ada. Sampai dengan tahun 2016 ini, DSM telah direvisi sampai edisi ke-lima (DSM-5).

Pengetahuan tentang autisme telah berkembang sangat pesat sejak ditemukan pada tahun 1908. Sejak itu, kriteria autisme telah berubah berulang kali. Perubahan atas kriteria autisme tersebut telah mengkontribusi atas kenaikan prevalensi autisme2. Ketika kriteria berubah, ada individu-individu yang sebelumnya tidak termasuk pada kategori autisme menjadi masuk.

2. Usia saat diagnosa

Bertambahnya pengetahuan tentang autisme memungkinkan profesional untuk mendiagnosa individu lebih dini. Dalam satu sisi, diagnosis dini bertujuan untuk memberikan intervensi dan terapi yang lebih awal dan efektif juga kepada individu autistik. Namun hal ini pun berkaitan dengan naiknya prevalensi autisme sejak 50 tahun lalu3.

3. Peningkatan akses kepada servis kesehatan

Faktor lain dalam peningkatan prevalensi autisme berkaitan dengan peningkatan akses kepada servis kesehatan. Seiring dengan perkembangan setiap negara, peneliti memperkirakan bahwa lebih banyak orang memiliki akses yang lebih mudah kepada servis kesehatan3. Dengan hal ini, anak-anak mereka pun mendapatkan akses untuk dievaluasi ketika adanya keluhan-keluhan dalam hal berkomunikasi atau berperilaku. Berarti servis kesehatan dapat mengjangkau lebih banyak orang dari sebelumnya, untuk memberikan diagnosa dan merekomendasikan intervensi.

“Angka autisme meningkat ≠ meningkatnya anak yang terlahir dengan autisme.”

4. Bermacam-macam cara dalam meneliti prevalensi

Penelitian dapat dilakukan dengan bermacam-macam cara, dan hal ini pun berkaitan dengan perbedaan hasil beberapa penelitian yang ada. Penelitian yang dilakukan di Korea Selatan menemukan 1 dari 38 individu memiliki karakteristik autisme4. Beberapa cara dalam menemukan prevalensi suatu kondisi adalah melalui studi populasi, survey, database dari sekolah dan klinik. Cara-cara penelitian tersebut memiliki kekurangan dan kelebihannya masing-masing. Maka dari itu, hal ini adalah sesuatu yang penting untuk dipertimbangkan saat membaca dan mengerti angka hasil dari suatu penelitian.

References:

(1)Centers for Disease Control and Prevention (March 27, 2014). CDC estimates 1 in 68 children has been identified with Autism Spectrum Disorder. Retrieved from http://www.cdc.gov/media/releases/2014/p0327-autism-spectrum-disorder.html

(2)King, M., & Bearman, P. (2009). Diagnostic change and the increased prevalence of autism. International Journal of Epidemiology, 38, 1224-1234.doi: 10.1093/ije/dyp261

(3)Hertz-Picciotto, I. & Delwiche, L. (2009). The rise in autism and the role of age at diagnosis. Epidemiology, 20(1), 84-90.doi: 10.1097/EDE.06013e3181902d15

(4)Kim, Y. S., Leventhal, B. L., Koh, Y., Fombonne, E., Laska, E., Lim, E., … , Grinker, R. R. (2011). Prevalence of Autism Spectrum Disorders in a total population sample. American Journal of Psychiatry, AiA, 1-9.doi: 10.1176/appi.ajp.2011.10101532

Share artikel ini:

Join our newsletter!

Join our newsletter!

Dapatkan artikel terbaru dan e-book gratis dari Brain Optimax.

You have Successfully Subscribed!