20 Tips Untuk Menstimulasi Kemampuan Bicara Anak

25 Okt 2016 | Berbicara, Learning

Sebagai orangtua, pastinya Parents sering mendengar tentang bagaimana cara menstimulasi kemampuan bicara anak.

 

Kami telah mengumpulkan 20 tips yang terdiri dari trik simpel sampai dengan jurus-jurus terjitu yang mungkin belum pernah Parents dengar.

Inilah 20 tips untuk menstimulasi kemampuan bicara anak:

1. Ajak anak bicara sedini mungkin.

Semakin dini orang tua menstimulasi anaknya dengan cara mengajaknya bercakap-cakap dan menunjukkan sikap yang mendorong munculnya respon dari si anak, maka sang anak akan semakin dini pula tertarik untuk belajar bicara. Tidak hanya itu, kualitas percakapan dan bicaranya juga akan lebih baik. Jadi, teruslah mengajak anak Anda bercakap-cakap sejak hari pertama kelahirannya.

2. Tatap matanya saat berbicara.

Selama menjalin komunikasi dengan anak Anda, jangan lupa untuk melakukan kontak mata secara intensif karena dari pandangan mata tersebutlah anak bisa merasakan perhatian, kasih sayang, cinta, dan pengertian. Jika sedang bicara, tataplah matanya dan jangan malah membelakangi dia.

3. Tunjukkanlah selalu kasih sayang kepadanya.

Tunjukkanlah selalu kasih sayang melalui peluk-cium, dan kehangatan yang bisa dirasakan melalui intonasi suara Anda. Dengan demikian, Anda menstimulasi terjalinnya ikatan emosional yang erat antara Anda dengan anak Anda sekaligus membesarkan hatinya.

4. Sering-seringlah membacakan buku kepadanya.

Buatlah suasana yang rileks dan menyenangkan agar anak Parents akan menyukai buku. Mulai dengan menceritakan melalui gambar-gambar. Jika ia sudah mengerti, telusurilah jari telunjuk selagi Parents membaca agar anak mengerti untuk membaca dari kiri ke kanan sehingga ia dapat menyesuaikan pandangannya.

5. Latihlah hal-hal berikut sebelum mengajarinya berbicara:

Untuk bisa berbicara, seorang anak perlu latihan mekanisme berbicara melalui latihan gerakan mulut, lidah, bibir. Sebenarnya, aktivitas menghisap, menjilat, menyemburkan gelembung dan mengunyah merupakan kemampuan yang diperlukan. Oleh sebab itu, latihlah anak Anda baik dengan permainan maupun dengan makanan.

Tidak ada kata “terlalu cepat” untuk memulai berbicara kepada anak.

6. Ajak ia bernyanyi!

Sering-seringlah menyanyikan lagu untuk anak Anda dengan lagu-lagu anak-anak yang sederhana dan lucu, secara berulang dengan penekanan pada ritme dan pengucapannya. Bernyanyilah dengan diselingi permainan-permainan yang bernada serta menarik. Jadi, luangkan lah waktu Anda untuk terlibat dalam kegiatan menarik seperti itu agar kemampuan bicara dan berbahasa anak Anda lebih berkembang.

7. Jangan diamkan anak yang menangis.

Selama ini banyak bereda pandangan keliru, bahwa jika bayi menangis sebaiknya didiamkan saja supaya nantinya tidak manja dan bau tangan.

Padahal, satu-satunya cara seorang bayi baru lahir untuk mengkomunikasikan keinginan dan kebutuhannya (haus, lapar, kedinginan, kepanasan, kebutuhan emosional, kelelahan, kebosanan) dia adalah melalui tangisan. Jadi, jika tangisannya tidak Anda pedulikan, lama-lama dia akan frustasi karena kebutuhannya terabaikan.

Yang harusnya Anda lakukan adalah memberinya perlakuan seperti yang dibutuhkannya saat ia menangis. Untuk itu, kita sebagai orangtua haruslah belajar memahami dan mengerti bahasa isyaratnya. Tidak ada salahnya, jika Anda seakan-akan bertanya padanya, seperti: ”Rupanya ada sesuatu yang kamu inginkan, coba Ibu lihat…”

8. Buatlah ia tertawa.

Salah satu cara seorang anak berkomunikasi di usia ini adalah melalui tertawa. Oleh sebab itu, sering-seringlah bercanda dengannya, tertawa, membuat suara-suara dan ekspresi lucu agar kemampuan komunikasi dan interaksinya meningkat dan mendorong tumbuhnya kemampuan bahasa dan bicara.

9. Kenalkan ia pada kata-kata bermakna saat menjalankan rutinitas bersama.

Setiap bayi yang baru lahir, mereka akan belajar melalui pembiasaan atau pun pengulangan suatu pola, kegiatan, nama atau peristiwa. Melalui mekanisme ini Anda mulai bisa mengenalkan kata-kata yang bermakna pada anak pada saat melakukan aktivitas rutin, seperti : pada waktu mau makan, Anda bisa katakan “nyam-nyam”.

10. Bicaralah secara perlahan.

Jadilah model yang baik untuk anak Anda, terutama pada masa ini lah mereka mulai belajar meniru kata-kata yang didengarnya dan mengucapkannya kembali.

Ucapkan kata-kata dan kalimat Anda secara perlahan, jelas dengan disertai tindakan (agar anak tahu artinya atau korelasinya antara kata yang Anda ucapkan dengan tindakan kongkritnya). Jangan lupa, bahasa tubuh dan ekspresi wajah Anda juga harus sesuai!

Ajak anak ketika Parents sedang mengobrol dengan anggota keluarga lain agar ia termotivasi untuk memulai berbicara.

11. Ikuti gumaman anak.

Kadang-kadang, ikutilah gumamannya, namun, Anda juga perlu mengucapkan kata secara benar. Jika suatu saat ia berhasil mengucapkan suatu suku kata atau kata dengan benar, berilah pujian yang disertai dengan pelukan, ciuman, tepuk tangan..dan sampaikan padanya, “Kamu pintar sekali!”

12. Kenali bahasa masing-masing.

Anak Anda akan belajar bicara dengan bahasa yang tidak jelas bagi Anda. Jadi, ini lah waktunya untuk Anda berdua (Anda dengan anak) saling belajar untuk bisa saling memahami keinginan dan maksud berdua.

Jadikanlah kegiatan ini sebagai salah satu bentuk permainan yang menyenangkan agar anak Anda tidak patah semangat untuk terus mencoba mengucapkan secara pas dan jelas.

Namun, jika Anda malas memperhatikan “suaranya”, apa yang dimaksudnya, dan tidak mengulangi suaranya, atau bahkan ekspresi wajah Anda membuat dirinya jadi enggan mencoba, maka anak Anda akan merasa tidak termotivasi.

13. Sertai arti kata ketika berbicara.

Jika mengucapkan sebuah kata, sertailah dengan penjelasan artinya. Lakukan hal ini terus menerus meski tidak semua dimengertinya. Penjelasan bisa dilakukan misal dengan menunjukkan gambar, gerakan, sikap tubuh, atau pun ekspresi.

14. Bacakanlah buku-buku yang eye-catching.

Sering-seringlah membacakan buku-buku yang sangat sederhana namun sarat dengan cerita yang menarik untuk anak dan gambar serta warna yang “eye catching”. Tunjukkan obyek-obyek yang terlihat di buku, sebutkan namanya, jelaskan apa yang sedang dilakukannya, bagaimana jalan ceritanya. Minta lah padanya untuk mengulang nama yang Anda sebutkan, dan jangan lupa, berilah pujian jika ia berhasil mengingat dan mengulang nama yang Anda sebutkan.

15. Kenalkan anak pada berbagai macam suara.

Misalnya suara mobil, motor, kucing, anjing, dsb. Kenalkan pula pada suara-suara yang sering didengarnya sehari-hari, seperti pintu terbuka-tertutup, suara air, suara angin berdesir di pepohonan, kertas dirobek, benda jatuh, dsb.

Biarkan ia bermain dengan teman agar mereka dapat belajar berbicara bersama.

16. Ajarkan berhitung secara simpel ketika bermain.

Anda mulai bisa mengenalkan dengan angka dengan kegiatan seperti menghitung benda-benda sederhana yang sedang dibuat permainan. Lakukan itu dalam suasana yang santai dan nyaman agar anak tidak merasa ada tekanan keharusan untuk menguasai kemampuan itu.

17. Kenalkan kata sifat padanya.

Mulailah mengenalkan anak Anda pada perbendaharaan kata yang menerangkan sifat atau kualitas. Seperti “baik, indah, cantik, dingin, banyak, sedikit, asin, manis, nakal, jelek, dsb. Caranya, pada saat Anda mengucapkan suatu kata tertentu, sertailah dengan kualitas tersebut, misalnya “anak baik, anak manis, anak pintar, baju bagus, boneka cantik, anak nakal, roti manis”, dsb.

18. Carikan ia teman baru.

Pada usia ini, anak Anda akan lebih senang bercakap-cakap dengan anak-anak seusianya dari pada dengan orang dewasa. Oleh sebab itu, akan baik jika ia banyak dikenalkan dengan anak-anak seusianya dan dilibatkan pada lingkungan sosial yang bisa memfasilitasi kemampuan sosial dan berkomunikasinya.

Salah satu tujuan para orang tua memasukkan anaknya dalam nursery school adalah karena alasan tersebut, agar anaknya bisa mengembangkan kemampuan komunikasi sekaligus sosialisasi. Meskipun demikian, bahasa dan kata-kata yang diucapkan masih bersifat egosentris, namun lama kelamaan akan lebih bersifat sosial seiring dengan perkembangan usia dan keluasan jaringan sosialnya.

19. Beritahu cerita-cerita yang menarik padanya.

Sering-seringlah menceritakan cerita menarik pada anak Anda, karena sebenarnya cerita juga merupakan media atau sarana untuk mengekspresikan emosi, menamakan emosi yang disimpannya dalam hati, dan belajar berempati. Dari kegiatan ini pula lah anak Anda tidak hanya belajar berani mengekspresikan diri secara verbal tapi juga belajar perilaku sosial.

20. Jangan bandingkan ia dengan anak yang lain.

Yang perlu Anda ingat, janganlah menyetarakan perkembangan anak Anda dengan anak- anak lainnya karena tiap anak mempunyai dan mengalami hambatan yang berbeda-beda. Jadi, jika anak Anda kurang lancar dan fasih berbicara, janganlah kemudian menekannya untuk lekas-lekas mengoptimalkan kemampuannya. Keadaan ini hanya akan membuatnya stress.

Similar articles

4 Tips Agar Anak Suka Membaca

You're on Brain Optimax's Learning Site Go to Brain Optimax's Main Site →   Membaca sangat penting dalam hidup anak, terutama ketika mereka ada di sekolah. Meskipun membaca adalah aktivitas yang ada pada setiap subjek pelajaran, banyak anak kesulitan untuk menyukai...

6 Ide Untuk Aktivitas Menyenangkan Sebelum Belajar

Suasana hati murid-murid dapat memberikan dampak terhadap keberlangsungan proses belajar mengajar di dalam kelas. Oleh karena itu, menciptakan kegiatan yang bermanfaat namun menyenangkan pastilah akan membantu mereka untuk lebih optimal saat mengikuti pelajaran yang diberikan.

Tips Mengenai Gaya Belajar Anak [INFOGRAFIK]

Gaya belajar anak dapat dikategorikan menjadi tiga tipe, yaitu visual, auditori, dan kinestetik. Apakah Parents sudah tahu tipe gaya belajar mana yang paling cocok dengan anak Parents? Ingin tahu bagaimana …

0 Komentar

Kirim Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Join our newsletter!

Join our newsletter!

Dapatkan artikel terbaru dan e-book gratis dari Brain Optimax.

You have Successfully Subscribed!