8bb587cc25c2c1ca216189ee67f0a0fc6895e0474818ab6b

Anak Tidak Mau Mendengarkan: Apa yang Harus Dilakukan?

20 Oct 2016 | Learning, Mendengar

Parents sering merasa anak tidak mau mendengarkan?

Jangan khawatir! Parents di seluruh penjuru dunia juga menghadapi tantangan yang sama.

Untuk mengatasinya, berikut 4 hal yang harus dilakukan Parents agar anak bisa lebih menurut.

Apa sajakah tips-tips tersebut? Yuk, kita bahas.

1. Baca sikon situasi dan kondisi.

Mungkin Parents pernah menasehati anak panjang lebar tepat setelah anak melakukan kesalahan tentu. Atau Parents menyuruh anak melakukan hal lain ketika ia sedang asyik bermain.

Di situasi-situasi seperti diatas, kemungkinan besar mereka tidak akan mendengarkan Parents.

Ketika anak sedang kesal, ketahuilah bahwa itu bukan momen yang tepat untuk memaksa anak mendengarkan kita.

Ditambah lagi, menasehati anak tepat setelah ia membuat kesalahan dapat menyebabkan anak menjadi kurang percaya diri.

APA YANG HARUS DILAKUKAN? Cobalah menahan diri untuk tidak langsung menasehati, tapi buatlah suasana yang nyaman dan santai terlebih dahulu. Dengan begitu, anak akan mendengarkan kita dengan senang hati tanpa paksaan.

2. Atur gaya bicara dan intonasi.

Terkadang, yang menjadi masalah bukanlah kata-katanya, melainkan intonasi dan nada bicara.

Hindari kata-kata yang mengarah pada tuduhan, menghukum, atau menghakimi. Jika anak melakukan kesalahan seperti merusak barang atau membuat adik menangis, mulai perkataan dengan kalimat tanya “Apa yang terjadi? Bagaimana bisa terjadi?” dan hindari kata tuduhan “Sudah mama bilang, kan! Kenapa sih kamu selalu saja…”

APA YANG HARUS DILAKUKAN? Berikan anak kesempatan untuk berbicara dan dengarkan dia. Dengan begitu, anak akan menyadari kesalahannya dan mengakuinya. Jika kita memulai pembicaraan dengan nada marah dan menyudutkan, biasanya anak akan cenderung membela diri.

3. Perhatikan posisi dan ekspresi.

article-whispering

Perhatikan posisi dan ekspresi wajah kita saat berbicara.

Alangkah baiknya jika Parents mendekati anak ketika ingin berbicara. Jarak yang dekat membuat kita tidak harus berteriak, karena berteriak dari jarak jauh tidak akan dapat membuat anak memperhatikan kita.

APA YANG HARUS DILAKUKAN? Selalu upayakan agar wajah kita dan anak sejajar ketika kita sedang menyampaikan sesuatu. Condongkan badan kita saat berbicara dan hindari diri melakukan aktivitas lainnya saat berbicara. Buatlah kondisi berbicara tersebut menjadi penting dengan menghargai keberadaan anak saat berbicara.

4. Bangun hubungan dan jadilah contoh.

Apakah Parents sadar bahwa terkadang anak lebih mendengarkan apa kata guru dibandingkan orangtuanya?

Itu karena guru selalu berupaya menjaga hubungan dengan anak. Anak akan merasa dekat jika dalam kesehariannya dia tidak hanya mendengar omelan saja, melainkan juga pujian, dukungan dan bantuan ketika mereka membutuhkannya.

APA YANG HARUS DILAKUKAN? Bangunlah hubungan dan kedekatan dengan anak kita. Selain itu jadilah contoh dengan mendengarkan anak kita dengan sungguh-sungguh. Bersikaplah bijak dan tunjukkanlah karisma anda sebagai orangtua. Segera beri respon ketika anak kita memanggil, atau bahkan ketika suami dan istri kita berbicara, karena anak akan meniru apa yang dia lihat dan alami.

[et_bloom_inline optin_id=”optin_9″]

Artikel lainnya

Tips Mengenai Gaya Belajar Anak [INFOGRAFIK]

Gaya belajar anak dapat dikategorikan menjadi tiga tipe, yaitu visual, auditori, dan kinestetik. Apakah Parents sudah tahu tipe gaya belajar mana yang paling cocok dengan anak Parents? Ingin tahu bagaimana …

0 Comments

Submit a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *